Keliling Kuala Lumpur saat Mengikuti Scholarship hunter di Universiti Utara Malaysia


part I - Malaysia J

Cerita ini bermula ketika saya diterima untuk mengikuti Asia Pacific Youth Exchange (APYE) di Manila, Philipnina. Ada rasa takut dan cemas karna ini berarti pertama kalinya saya harus pergi ke luar negri yang disana minoritas muslim. Sempat timbul keraguan dalam hati antara tetap pergi atau tidak, ditambah lagi kedua orang tua yang sepertinya berat melepas saya untuk pergi ke Manila.
Senin, 11 Januari 2016 akhirnya saya pun berangkat, tapi bukan lagi sebagai delegasi Indonesia dalam acara APYE tapi sebagai scholarship hunter di Universiti Utara Malaysia. Landing di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2 kira-kira jam 10.00 wib. Ahh, ini benar-benar Airport dengan konsep  Mall yang begitu luas dan megah.

Kebetulan saya menginap di sekitar kawasan Chinatown, perjalanan ke penginapan bisa ditempuh dengan menggunakan bus yang aksesnya sudah tersedia di Airport. Cukup membayar RM 20 saya sampai dapat sampai ke penginapan dengan suasana yang begitu nyaman di dalam bus.



Beristirahat 2 jam  rasanya sudah cukup, masih ada banyak waktu yang harus segera dimanfaatkan sebelum esok saya harus berangkat lagi ke Kedah. Tanpa membuang waktu lagi, destinasi wisata saya pun dimulai, Batu Caves menjadi tempat tujuan pertama. Rasanya bagi saya dan teman-teman yang first time berkunjung di Malaysia agak sedikit kebingungan, hampir 2 jam kami mencari bagaimana cara agar sampai ke Batu caves. Finally, we got it! Dari Stesen Bukit Bintang naik monorel menuju KL  Sentral (RM 2.1). Lalu dari KL Sentral, ambil KTM Komuter ke Batu Caves  dengan harga RM 2. Murah guys! J




Sampai di stesen Batu caves, saya ga perlu bingung lagi mencari Kuil Gua itu, karna objek wisatanya pas banget di samping stesen. Dan kita ga perlu bayar tiket masuk alisa FREE! J Melangkah masuk kedalam, saya langsung disambut patung Hanuman yang menjulang tinggi dengan gagahnya dibelakang kuil.



Bergerak ke sisi kanan, ternyata ada patung yang jauh lebih besar lagi. Patung Dewa Murugan (Lord Murugan) berdiri membelakangi tebing batu, menghadap ratusan pengunjung yang berkerumun di bawahnya. Cahaya matahari yang menimpa kulit emasnya membuat patung itu tampak semakin mengkilat dan mempesona. Konon, patung Murugan di Batu Caves ini adalah patung tertinggi di dunia. Batu Caves-nya sendiri berada dibelakang tubuh Dewa Murugan. Untuk masuk kedalam, pengunjung harus menapaki ratusan anak tangga yang menjulur senyuman. Hahaha J



Ditengah lapang itu, pengunjung bebas berfoto dengan Patung Murugan sebagai latarnya. Ada juga yang berfoto dengan kawanan burung dara yang berkerumun dan beterbangan kesana kemari. Kalau kita mau burung dara itu berkerumun tepat didepan kita mudah saja, tinggal semaikan makanannya, dan mereka akan langsung berkerumun disekitar kita.  Udah pernah coba gimana rasanya dikerumuni burung-burung yang cantik itu ? I very recommended you to come here.  J  Mind your head! This place is full with pigeons!



Sudah semakin sore, masih ada satu destinasi wisata yang harus saya tuju. Petronas! Ya, rasanya ini memang icon nya banget kalau datang ke Malaysia. Perjalanan di mulai dari Stesen Batu Caves, dan turun di stesen KLCC. Tidak jauh dari stesen KLCC, kita akan menemukan menara petronas atau yang sering kita dengar dengan “Twin Tower”.

Sayang sekali, saya tidak bisa berlama-lama menikmati Petronas dan taman yang ada di depannya karna hujan semakin deras. Tanpa berfikir panjang, saya masuk kedalam menara petronas. Wow, its a big one that i never found before ! Bener-bener luar biasa. Langsung disambut sama F1 yang nyangkut diatas kepala. Hihihi ..



Oh ya, kalau kalian ke Malaysia, jangan lupa berkunjung ke KL Galery dan Pasar Seni. Di pasar seni kalian wajib beli oleh-oleh disini karna disini harganya cukup terjangkau dan banyak pilihan. So, ternyata first time to come ga harus buat kita takut buat ngejelajahin tempat-tempat baru, asal mulut kita ringan buat nanya, everythings gonna be ok! See You di cerita  di Kedah dan Thailand. J

Penulis : Febby Meilany Tanjung




CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Back
to top